Original Story by Ghee
Rewrite by Natthalie Loo
“Apa kau bilang? Dixon Brahms mantan pacar Lola?” tanya Kyo kepada Ceries. “Mmmm.. Yup begitulah, dulu mereka mesra sekali lho. Bikin sirik aja kalo ngeliat mereka. Sayang kak Dixon pergi duluan.” balas Lluna. Namun entah mengapa raut wajah Kyo terlihat amat kaget bercampur sedih dan marah. Tidak ada yang tahu ini adalah awal petaka buat Lola.
“Kyo kamu apa-apaan sih,kok seharian ini kamu nyuekin aku terus. Emang aku salah apa sama kamu sampe muka kamu jutek gitu” protes Lola. Namun gak bergeming juga, malahan sekarang dia memandang Lola dengan mata penuh kebencian. “Kamu kenapaan sih kesurupan setan apa?” ejek Ceries. “Udah, sekarang kita ada rapat OSIS nih entar telat lho. Masa ketua OSIS telat sih La, bisa-bisa kamu dipecat lho. Kamu juga Kyo kamu anggota juga kan” tambah Lluna.
“Aku ga ikutan” jawab Kyo. “Lho, kok gitu sih Kyo. Kamukan ketua panitia acara amal kali ini” balas Erine. “Soalnya aku muak ngeliat muka nih cewek brengsek” jawab Kyo sambil menatap Lola. Gak tahan dengan omongan Kyo langsung menghardiknya “Eh, Kyo aku ngapain sih ampe kamu omongannya jadi kaya gitu”. “Jangan sok suci deh La, dasar pembunuh.” “What? Kamu ngomong apaan tadi?” tanya Lola.
Kyo maju sangat dekat ke Lola dan langsung menatap wajah Lola dengan marah sambil berkata “pembunuh.” Emosi Lola sekarang meluap, dia mendorong Kyo menjauh dan memakinya “ Eh, ngomong yang bener donk. Enak aja nuduh orang sembarangan. Kalo kamu emang ga suka sama aku ngomong dong, ga usah pake fitnah segala.” “Lola udah” Erine berusaha menahan Lola yang udah mulai agak kalap. “Kyo minta maaf sama Lola, omongan kamu tuh fitnah tau ga” sergah Ceries.
Kyo maju mendekati Lola lagi “Aku gak akan minta maaf, karena omonganku itu bener.” “Bilang apa kamu, ulang coba” teriak Lola yang masih ditahan Erine dan Lluna. “Kamu pembunuh. Orang yang membunuh Dixon” jawab Kyo.
Mendengar hal itu Lola yang tadinya masih berontak, tiba-tiba jadi kaku. Perasaan kaget, terpukul dan sedih bercampur aduk dalam hatinya. “Tuh kan aku juga bilang apa, orangnya sendiri gak ngelak.” kata Kyo yang kemudian berlalu pergi dengan menendang kursi terdekat. “Kyo.. Kyo.. Kyo..” panggil Lluna. Namun Kyo tidak mengindahkannya dan pergi begitu saja.







0 comments:
Post a Comment