Staring : TVXQ, Kim Yoo Bin, Lee Byul Hye, Kim So Eun, Jang Riin, Park Ji Soo
Author :Natthalie Loo
“Aaaaaaa.....” seru Byul Hye kepada Chang Min agar membuka mulutnya. “Aamm” Chang Min menyantap makanan yang disodorkan Byul Hye. Sekedar info ini adalah hari ketiga leher Chang Min dibebat, dan sekarang jam istirahat siang. Byul Hye, Chang Min, Yoo Chun, Riin, Yun Ho, dan Ji Soo merapatkan meja dan makan bersama di kelas.
“Eotteohge?” tanya Byul Hye. “Massiseo, seperti biasa” jawabnya. Byul Hye hanya tertawa mendengarnya. “Umm Byul Hye a” panggil Chang Min. “Umm.” “Apakah tidak apa-apa seperti ini? Kau terlalu banyak membantuku, kau juga menuliskan catatanku dan lagipula pandangan mata chigudeul yang lain rasanya jadi aneh” bisik Chang Min. Byul Hye melihat sekeliling dan berbicara. “Jangan pedulikan mereka. Lagi pula ini kesalahanku sudah wajib aku membantumu. Lagipula kau tidak bisa terlalu banyak menggerakkan kepalamu karena lehermu akan terasa sakit. Jadi akan susah untukmu jika harus menunduk saat mencatat atau makan.” Chang Min hanya mengangguk saja.
“Nah, Riin mau coba masakanku” tanya Yoo Chun yang duduk di sebelah Chang Min. Riin mengangguk sebagai jawaban. Yoo Chun dengan segera menyuapi Riin. “Coba buka mulutnya” seru Yoo Chun genit. “Yoo Chun tidak perlu seperti itu kan malu” seru Riin. “Kenapa harus malu, Riin kan pacarku. Kalau kau tidak mau aku marah lho.” Akhirnya Riin mau juga disuapi sama Yoo Chun. “Massiseo.” Riin hanya mengangkat jempol tanda setuju dengan Yoo Chun, sebagai balasan Yoo Chun menyentul lembut hidung Riin dengan kedipan mata genit. “Yoo Chun gitu lho” serunya.
“Coba Yun Ho bagi bimbapnya donk” seru manja Ji Soo. “Mana aku suapin. Aaaa...” balas Yun Ho. “Aku juga minta disuapin donk jagya” pinta Yun Ho sama manjanya dengan Ji Soo. “Umm, dasar..” protes Ji Soo tapi tetap nyuapin Yun Ho. “Jangan buka mulutnya besar-besar. Entar jagya jadi jelek” seru manja Ji Soo menepuk pelan mulut Yun Ho setelah menyuapinya. “Kalau untuk Ji Soo aku akan tetap cakep selamanya.” “Ah, Yun Ho gombal deh.”
Di meja lainnya, tepatnya di meja paling belakang deret ke-3 Yoo Bin dan So Eun menatap 3 pasang tolol (menurut mereka) yang duduk dekat mereka. “Norak banget sih” seru Yoo Bin. “Bilang aja jealous” balas So Eun. “Warna auranya bikin sakit mata” lanjut Yoo Bin. “Pink banget” sambung So Eun. Mereka memandang 3 pasang itu dengan campuran rasa dikit jijik, jealous dan kesal.
Di meja paling sudut belakang hal yang serupa tapi tak sama terjadi pada Jae dan Jun Su. “Sejak kapan sih Yun Ho jadian sama Ji Soo?” tanya Jun Su kesal merasa dirinya ketinggalan. “Tanya saja sendiri” jawab Jae merasa ketinggalan juga. “Hah, tapi Min ama Byul Hye serasi juga y” seru Jun Su. Mendengar itu Jae hanya melihat mereka dengan perasaan Jealous dan segera membalikkan kepalanya. Dan kemudian pandangannya bertemu dengan Yoo Bin.
Segera Yoo Bin membuang muka. Kesal diperlakukan seperti itu Jae berbicara. “Ya ,Jun Su ada anak ayam yang nyebelin. Tidak diapa-apain malah marah-marah.” Yoo Bin yang merasa dirinya diomongin membalas. “Ya, So Eun a apa kau dengar suara. Kok ada suara ga ada gambar ya?” “
Kau bicara padaku atau Jae?” tanya So Eun. “Tentu saja padamu” jawab Yoo Bin. “Wah, Jun Su rupanya disini ada orang buta ya, masa aku yang besar gini ga diliat. Eh, salah anak ayam buta” balas Jae.
Kau bicara padaku atau Jae?” tanya So Eun. “Tentu saja padamu” jawab Yoo Bin. “Wah, Jun Su rupanya disini ada orang buta ya, masa aku yang besar gini ga diliat. Eh, salah anak ayam buta” balas Jae.
“Kalau kau ingin bicara pada Yoo Bin, bagaimana kalau langsung saja” seru Jun Su kesal. “Aku berbicara padamu” jawab Jae. “Ya, Jun Su beritahu temanmu agar menjaga mulut buayanya itu supaya lebih sopan sedikit” balas Yoo Bin. “Hah, kau dengar itu So Eun. Beritau temanmu siapa duluan yang mulai.” Sebelum Yoo Bin sempat membalas Jae, Jun Su yang udah kesal angkat bicara. “So Eun bagaimana kalo kita pergi makan di kantin?” “Mau donk” So Eun yang juga udah kesal langsung berdiri. “Aku ikut” seru Jae dan Yoo Bin bersamaan. “No” jawab serempak Jun Su So Eun.
Kesal tidak diijinkan ikut ke kantin dan kesal karena bicara kompakan, Jae dan Yoo Bin saling melotot dan kemudian buang muka. “Chang Min” teriak So He memasuki kelas. “Annyeonghaseo, sudah lebih baik?” tanyanya. “Ne,kamsahamnida.” “Oh, ia apa kau sudah makan siang?” tanya So He. “Ini juga sedang makan siang”jawab Chang Min.
“Mwo?” seru So He. Melihat tangan So He yang berusaha menyembunyikan barang yang mirip kotak bekal, Byul Hye segera menarik kotak bekal yang dibuatnya untuk Chang Min ke arahnya. Dan memberi isyarat pada Chang Min. “Memangnya kenapa kau bertanya?” lanjut Chang Min. “Ini aku membuat bekal makan siang untukmu” So He menyerahkan bekalnya. Dengan enggan chang Min menerimanya. “Oh, kamsahamnida.” “Dimakan ya” seru lantang So He seraya berlari keluar.
Diluar kelas Jess yang udah nunggu So He bertanya. “Eotteohge?” “Dia menerimanya, oh Jess kau memang pintar. Idemun selalu saja bagus.” “Jess gitu lho.” Dan mereka kembali ke kelas mereka dengan tawa kemenangan.
Nah untuk mempersingkat waktu, pada keesokan harinya sebelum kelas pertama di mulai. Dengan sangat tak terduga Chang Min mengunjungi So He di kelasnya. “So He ada yang mencarimu” teriak seorang teman kelasnya. “Siapa sih pagi-pagi udah ganggu” So He meniggalkan alat make upnya di meja. Begitu melihat Chang Min sontak aja So he berlari masuk benerin make upnya dan keluar lagi.
“Chang Min ah, ada apa?” “Oh, aku ingin mengembalikan kotak bekalmu.” “Anniyo seharusnya tidak perlu repot-repot. Bagaimana lehermu?” seru manja So He. “Seharusnya aku yang bilang begitu. Dan leherku baik-baik saja. Ah, So He ssi lain kali kau tidak usah membuatkan bekal untukku.” “Wae?” “Aku tidak mau merepotkanmu.” “Anniyo sama sekali tidak merepotkan, btw bagaimana rasanya?”
Chang Min diam sebentar kemudian menjawab. “Kau aku ingin jujur atau tidak?” “Tentu saja aku ingin kau jujur” seru So He dengan agak cemas mendengar pernyataan Chang Min. Chang Min diam sebentar dan kemudian men jawab. “Tidak buruk.” Mendengar itu So He tersenyum. “Hajiman...” lanjut Min. Dan senyum So He mulai hilang, “Hajiman?” tanya So He. “Na johaheyo masakan Byul Hye.”
Sebuah anak panah menusuk dada So He saking sakit hatinya dia. “Menurutku masakan Byul Hye jauh lebih enak.” Dua anak panah lainnya menembus So He. “Masakannya 50 kali lipat lebih enak.” Jleb..jleb...jleb... tiga anak panah lain tertancap. “Jadi lain kali tidak perlu membuatkanku bekal ya” seru Chang Min dengan senyumnya dan segera berlalu pergi meninggalkan So He yang segera menjadi debu (kek di mvnya 8eight ^^).
“Kyaa....” Jess berteriak ketika hendak masuk ke kelas. “So He, kau kah itu?” tanya Jess pada So He yang memancarkan aura seram. So He melirik Jess dengan tatapan seram membuat Jess agak mundur. Tak lama kemudian So He perlahan tapi pasti mulai terisak kemudian berteriak. “Huaaa. Jesss....” kemudian memeluk Jess.
“Mwo dia bilang begitu?” tanya Jess beberapa saat kemudian di atap sekolah. So He hanya mengangguk dengan mulut manyun. Sekedar info mereka ini bolos jam pelajaran pertama. “Keterlaluan sekali,apa sih bagusnya si ganjen no.2 itu (maksudnya Byul Hye. Si ganjen no. 1 adalah Ji Soo, karena Ji Soo paling populer). Jelas kau lebih baik daripada dia, jangan-jangan dia pake pelet lagi” seru Jess kesal. Namun apa pun yang dikatakan Jess tampaknya tidak membuat So He senang.
“Ok, bagaimana kalau kita melakukan sesuatu pada Byul Hye supaya dia tidak dekat-dekat sama Chang Min lagi? Kurasa dia perlu sedikit diancam” jelas Jess. “Apa yang akan kita lakukan?” tanya o He akhirnya merasa berminat. “Entahlah, tapi kita bisa mulai dengan bisa dikatakan mengancamnya” Jess tersenyum licik.







0 comments:
Post a Comment