Impressive Girls -- 4 HAL-HAL YANG GA TERDUGA PART 1

Original Story by Ghee
Rewrite by Natthalie Loo


Setelah hari sebelumnya Lola, Erine dan Lluna menghabiskan waktu sampai malam di apartement baru Ceries buat bantu dia berbenah, hari ini lagi-lagi Lola telat bangun. “Nyaaaaaaa......” teriaknya. Segera setelah selesai, Lola segera menstater motornya. Sialnya kemarin Lola lupa isi bensin dan sekarang tangki bensinnya kosong. “Aduh yang bener aja, kalo naik angkot bisa-bisa telat” gerutunya. Tapi mau gak mau Lola harus naik angkot.
Itu baru kesialan pertama yang dialami Lola hari itu. Kesialan yang kedua, angkot yang dinaiki Lola mogok di tengah jalan yang membuat Lola harus ganti angkot. Untungnya Lola ga telat, tepat semenit sebelum pintu gerbang utama ditutup Lola berhasil masuk.
Tapi jangan kira keberuntungan yang satu ini mengakhiri kesialan Lola hari itu. Justru kesialan terbesar baru akan datang. Baru juga masuk gedung sekolah, anak-anak yang masih di luar kelas saling bisik-bisikan sambil memandang Lola. Hal yang sama juga terjadi buat siswa di dalam kelas yang kebetulan melihat Lola.
“Nih, apa-apaan sih. Kok mereka ngeliatnya kek gitu, mana pake acara bisik-bisik lagi. Pengen banget rasanya ngehajar mereka semua” kata Lola dalam hati. Masuk ke dalam kelasnya hal yang sama juga terjadi. Bahkan ke-3 sahabatnya juga melihatnya dengan mimik cemas.
“Ada apaan sih? Kok semua bisik-bisikin sambil ngeliat aku dengan aneh. Kalian juga tampang kalian kenapa?” tanya Lola. “Udah liat mading?” tanya Ceries “Ga, mang napa?” Lola balas nanya. “Udah cek website sekolah?” kali ini Erine yang nanya. “Belum tuh. Kalian kenapaan sih, kalo ada masalah ngomong aja langsung” Lola mulai gerah dengan semua ini. “Liat aja sendiri” kata lluna menyodorkan netbooknya ke Lola.
Dengan bingung Lola mengambil netbook Lluna dari tangan pemiliknya. Begitu melihat apa yang terpampang di depannya Lola kaget setengah mati. Di website sekolah bagian News terpampang foto accident ciumannya dengan Kyo yang tempo hari. “Ni apa-apaan sih” kata Lola kesal. “Coba baca” saran Lluna. Lola makin emosi aja melihat tag line ‘ciuman hot di kelas.’
“Ini di luar otorisasi aku, aku juga udah cek siapa yang ngirim tapi profil dan alamat emailnya fiktif” kata Lluna agak merasa bersalah karena web sekolah adalah tanggung jawabnya begitu pula dengan mading. “Ini gak akan apa-apa kok La, hal yang biasa aja kan buat yang lagi pacaran” Ceries mencoba menenangkan. “Tapi Ris ini Indonesia bukan di Amrik. Yang ginian tabu di sekolahan” kata Erine.
Lola bener-bener ngerasa darahnya udah naik sampe di ubun-ubun. “Orang sialan sapa yang bikin ini. Gak mungkin aku salahin Lluna sebagai penanggung jawab kan? Dia bahkan ga tau, lagian dia teman aku ga mungkin dia yang bikin” kata Lola dalam hati.
Belum sempat berpikir dengan jernih, pengeras suara bergaung di seluruh sekolah. “Siswa yang bernama Lola Teomuri harap segera menghadap ke ruangan kepala sekolah.” Lola sekarang merasa keringat dingin membasahi tubuhnya. “Aku bakal di hukum, mungkin aja dikeluarin. Aku harus gimana?” batin Lola. “La,jangan tegang ok. Kalo kamu tegang malah jadi  makin tertekan. Hadapin dengan biasa aja, biar apapun yang ditanyaiin bisa kamu jawab dengan bener” Erine menasehati.
Lola hanya bisa ngangguk aja. “La kamu pasti baik-baik aja kok” hibur Ceries. Sekali lagi Lola hanya bisa mengangguk. “Aku pasti bakal cari tau siapa yang ngelakuin ini, aku bakal bikin dia ancur-ancuran” kata Lluna. Lola kembali mengangguk dan berkata “Ok. Aku ga pa-pa. Aku pasti bakal baik-baik aja.”
Segera setelah itu Lola beranjak pergi. Tidak lama setelah Lola pergi sekarang giliran Kyo masuk ke kelas dengan tampang sedikit kesal. Andrew segera menghampiri Kyo yang baru saja duduk di kursinya. “Kyo” sapanya. “Aku udah tau kok” jawabnya tanpa ditanya. “Jadi sekarang gimana?” tanya Andrew lagi. Kyo hanya menjawab dengan menghela napas panjang.
Ga lama kemudian Kyo bangkit berdiri dari kursinya. “Mau ke mana?” tanya Andrew. “Ke ruang kepala sekolah lha. Bentar lagi juga aku pasti bakalan di panggil kan. Jadi mending aku pergi aja sekarang.” Segera saja Kyo berlalu pergi. Andrew dan SCELLo yang tersisa hanya bisa saling pandang dengan cemas.
Di ruang kepala sekolah Lola duduk di ruang tunggu dengan gelisah. “Si Kyo mana?” tanya Bu Dora. Lola hanya bisa geleng-geleng kepala saja menjawabnya. “Masa pacar sendiri ga tau keberadaannya sih” ejek pak wakil kepsek. Lola hanya bisa diam aja kali ini walaupun pengen rasanya membantah segala tuduhan yang ada. “Ya sudah, panggil dia dengan pengeras suara” perintah bu kepsek.
Belum juga perintah itu dilaksanakan, terdengar pintu diketuk dan muncullah Kyo. “Tau diri juga rupanya” ejek pak wakil kepsek. Lola berdiri dari tempat duduknya dan saling berpandangan dengan Kyo. Ini sedikit menenangkan perasaan Lola. Kemudian dimulailah sidang.
“Aku minta penjelasan soal ini” bu kepsek menunjukkan gambar yang ada di web sekolah. “Ini hanya salah paham bu. Ini hanya accident aja kok” jawab Lola. “Accident? Ga salah nih?” ejek pak wakil kepsek. “Beneran bu ini Cuma accident. Bener-bener ga disengaja” kata Lola lagi. “Hei, kamu coba bantu pacarmu menjelaskan” kata pak wakil kepsek ke Kyo. “Maaf pak kami ga pacaran dan saya kan udah bilang itu ga sengaja” jawab Lola. “Masa katanya ga pacaran, kamu dicampakkan tuh” ejek pak wakil kepsek. “Cukup pak William. Biarkan mereka bicara sendiri” perintah bu kepsek. Pak William hanya bisa mengangguk dan tersenyum kecut.
“Kyo ngomong sesuatu dong” bisik Lola. Kyo menghela nafas dan mulai berbicara. “Kalo mau menghukum, hukum aku saja bu” “Kyo” sergah Lola. “Wah, mau jadi pahlawan nih ya. Jangan sok keren deh” ejek pak William lagi. Pak William mengurungkan niatnya untuk mengejek lagi, setelah dipelototi tidak hanya oleh bu kepsek tapi juga Bu Dora. “Alasannya” kali ini Bu Dora angkat bicara.
Kyo terdiam sebentar menghela nafas dan bicara lagi sambil menatap lantai. “Itu ulah saya. Saya yang maksa jadi saya aja yang dihukum.” “Kyo itu kan cuman accident” sergah Lola. Ga mendapat respon dari Kyo, Lola mulai mencari pembelaan ke bu kepsek. “Bu ini bener-bener cuman accident kok. Teman saya juga liat kok. Ini...”  Lola menghentikan perkataannya begitu bu kepsek mengangkat tangannya tanda berhenti bicara
“Benar seperti itu?” tanya bu kepsek. Kyo mengangguk dengan wajah tertunduk. “Kyo bicaralah dengan menatap mata orang itu” kata bu kepsek lagi. Kyo mengangkat wajahnya dan menatap bu kepsek. Setelah beberapa detik akhirnya bu kepsek bicara. “Ok. Aku rasa kalian berdua tetap harus dihukum.” “Tapi bu..” sela Kyo yang tidak diindahkan.
“Lola kamu diskors selama 3 hari” katanya. “Hah, cuman 3 hari” seru pak William kaget. “Kyo kamu selama 1 minggu. Hukumannya berlaku besok” lanjut bu kepsek. Mendengar hukuman yang kedengaran ringan itu Kyo agak kaget juga, sementara Bu Dora merasa sedikit lega. “Bu ga terlalu ringan hukumannya?” tanya pak William. “Saya tidak terima protes. Dan buat kalian berdua kalo mau kalian boleh pulang ke rumah sekarang” katanya.
Begitu keluar dari ruangan kepsek Kyo cukup kaget juga melihat Lluna, Erine, Ceries dan Andrew berrdiri di koridor menunggui dia dan Lola. Namun Kyo langsung aja jalan seenaknya tanpa mempedulikan mereka. “Kyo tunggu” teriak Lola. Kyo berhenti tanpa berbalik memandang Lola.
“Kamu kenapa sih, kenapa kamu malah ngaku. Itu kan accident Kyo, accident.” Kyo berbalik menghadap Lola dan berkata. “Kamu pikir mereka mau percaya?” “Tapi Kyo kita kan ada saksi. Erine liat kok” “Mereka tetap ga akan percaya, pasti mereka nuduh kamu sekongkolan sama Erine. Terutama pak William, kamu liat gelagatnya tadi khan?” “Ya tapi...” “Udah lha La kita toh ga dapat hukuman yang berat. So don’t worry. OK” kata Kyo sambil menepuk pelan pipi Lola. Akhirnya Lola hanya bisa mengangguk saja.
“Ya udah aku mau pulang aja” kata Kyo lagi dan segera berlalu pergi. “Kyo kenapaan La?” tanya Ceries. Lola hanya menjawab dengan gelengan kepala. “Em, aku ikut Kyo ya” tiba-tiba Andrew ngomong dan di jawab dengan anggukan kepala yang lain.
“Kenapa kalian ada di sini. Bukannya jam pelajaran sudah di mulai” suara Bu Dora terdengar dari belakang. “A.. anu bu” seru Erine terbata. “Ah, SCELLo udah lengkap ya. Selamat datang Ceries” kata bu kepsek yang nongol dari belakang Bu Dora. “Em, makasih bu” jawab Ceries. Kemudian bu kepsek, Bu Dora, dan Pak William segera berlalu pergi. Namun sebelum hilang dari pandangan, bu kepsek menghentikan langkahnya.
“Ah ia,aku lupa”serunya kemudian berbalik ke arah SCELLo. “Yang lainnya aku izinkan pulang cepat untuk mengantar Lola pulang. Asal besok kalian tidak telat.” “Bu” seru pak William. “Terima kasih bu” seru semua kompak. “Ah, satu lagi. Lluna benahi webmu” kata bu kepsek. “Baik bu” seru Lluna. Dan segera saja ke-3 guru itu berlalu pergi.
Dan dengan riang ke-4 sohib ini segera berlari ke kelas untuk mengambil barang-barang mereka, sekalian aja memberi alasan buat guru mereka. “Kami diperintahkan oleh bu kepsek untuk mengantar Lola pulang” itulah kata Erine dengan semangat 45. “Kalian mau ke mana” tanya Andrew, melihat mereka berbenah. “Ngantar Lola pulang sekalian aja bolos” jawab Ceries. “Kok bisa?” “Perintah dari kepsek. Jadi kita ngandelin catatan kamu hari ini Drew” seru Lluna. “I.. iya” jawab Andrew.
Di mobil..
“ Eh, Kyo ngomong gitu?” tanya Ceries yang duduk di belakang pada Lola yang duduk di depan. Mobil Ceries ditinggal di sekolah, katanya nanti ada orang yang antar ke rumah. Jadi mereka ngantar Lola pake mobil Lluna, yang hari itu bawa sedan biasa yang bisa muat 4 orang. Lola hanya mengangguk karena mulutnya penuh dengan crapes. “Yang jadi masalah nih, aku musti bilang apa sama mama” kata Lola setelah menelan makanannya.
Dan akhirnya setelah sampai di rumah Lola, mereka semua bener-bener mati kutu. “Lho, kok udah pada pulang sih. Ceries juga ada, kapan datangnya Ris” tanya mama Lola. “Kemarin dulu tante. Tante ga ke kantor?” Ceries balik nanya. “Baru juga mau berangkat, kan baru mau jam 9. Kalian sendiri kok udah pulang?” tanya mama lagi.
Ini dia nih yang bikin Lola keringatan, mamanya pasti nanya terus sampe mau di jawab. Mana instingnya mama Lola cukup tajam lagi. “Mana mungkin aku bilang ke mama aku di skors karena ciuman” batin Lola. “Anu tante Lola, tadi di sekolah. Emm... anu..” seru Lluna. “Kena bola tante” tiba-tiba Erine ngomong. “Kena bola?” tanya mama Lola heran.
“I.. ia tante. Tadi waktu Kyo lagi maen bola ga sengaja kena muka Lola” jawab Ceries. “Ia tante terus si Lola jadi mimisan dan pingsan deh” sambung Lluna. Lola kaget denger omongan teman-temannya yang otaknya ngarang dengan lancar, malah Lola terpaksa harus nahan tawa saking lucunya.
“Bener la?” tanya mama Lola. Lola hanya bisa ngangguk aja karena lagi berusaha nahan tawanya. “Udah deh, ga usah bohongin tante. Kentara banget tau” kata mama Lola. “Maaf tante” seru Erine. Akhirnya mau ga mau diceritain deh kebenarannya versi Lola dkk. Ceritanya Lola dan Kyo lagi berkelahi sambil lempar-lemparan barang dan kene deh di mukanya pak William. Untungnya alasan kali ini diterima sama mama Lola.
Nah, seharian ini empat sekawan ini menghabiskan waktu di rumah Lola. Mikrin soal siapa dalang semua ini. Tapi ujung-ujungnya juga malah maen sepanjang hari.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 comments:

Post a Comment

v