Accidentally in Love ??? -- Chapter 7

Staring : TVXQ, Kim Yoo Bin, Lee Byul Hye, Kim So Eun, Jang Riin, Park Ji Soo
Author :Natthalie Loo

“Mwo? Kau berusaha menahan Byul Hye yang jatuh dari tangga dan ikut terjatuh, sampai lehermu bermasalah?” tanya Yun Ho. Chang Min tidak menjawab tapi hanya terus merintih sambil memegang lehernya. Sekedar info sekarang mereka ada di UKS. Nah, menurut Chang Min demikian kejadian yang membuat lehernya bermasalah. Tapi sebenarnya kisah lengkapnya masih agak panjang. Untuk mengetahuinya mari kita flash back ke sekitar 30 menit sebelumnya.
Pergantian jam pelajaran ke-3 menuju pelajaran ke-4. Kelas 3-1 harus menuju ke lab biologi untuk pelajaran berikutnya. Ditengah jalan bertemulah mereka dengan duo Jessica dan So He. “Jess, liat itu Chang Min cakep banget.” “Dan ada Jae juga” sambung Jess. Chang Min secara tiba-tiba melambai ke arah mereka. “OMG, Chang Min melambai ke sini. Apa yang harus kulakukan” seru So He. “Balas lambaiannya donk” usul Jess. Tak lama Chang Min mempercepat langkahnya ke arah mereka. “Jess dia ke sini.” Duo ini udah mulai histeris, yang satu senang liat cowok yang dia suka mendekat, yang satu senang liat temannya senang.
“Byul Hye a” panggil Chang Min melewati duo histeris tadi. “Omo?” seru So He kemudian berbalik. “Ini, aku membawakan bukumu” Chang Min menyerahkan buku ke Byul Hye. “Oo, gomawo kau baik sekali” seru Byul Hye yang baru kembali dari wc. Tertinggallah So He yang bengong melihat mereka pergi sambil ngerumpi.
“Mwo? Dia mengabaikanku dan berbicara dengan si ganjen no.2 itu” protesnya. “Keterlaluan sekali masa gadis semanis kau diabaikan” sambung Jess. “Umm..” angguk So He. “Perlu diberi pelajaran nih” usul Jess. “Eh, Chang Min?” “Anniyo hajiman Lee Byul Hye.” Segera duo ini mengikuti anak-anak kelas 3-1.
Di tangga menuju lantai satu, Byul Hye yang merasa sepatunya kanannya kemasukan batu berhenti dan memeriksanya. Sementara So He dan Jess melihat tali sepatu kets yang jarang sekali dipakai byul Hye terlepas. Muncullah ide untuk menginjak tali sepatu itu agar Byul Hye terjatuh. So He mengambil posisi tepat di belakang Byul Hye yang masih sibuk mengurus sepatunya, kemudian menginjak tali sepatu kiri Byul Hye yang terlepas yang berada 1 anak tangga diatas pemiliknya.
Dan alhasil setelah Byul Hye hendak berjalan dia benar-benar terjatuh. “Kyaaa...” Chang Min yang berada beberapa anak tangga di bawahnya membalikkan kepalanya. Melihat Byul Hye yang terjatuh refleks tangan Chang Min meraihnya dan menahan badan Byul Hye, tapi mereka berdua jatuh terguling-guling sampai ke lantai 1.
Mereka mendarat dalam keadaan berpelukan dengan posisi Chang Min di bawah dan Byul Hye dia atas, plus bibir yang saling bersentuhan. Mereka berdua membatu dalam keadaan seperti itu, sampai Byul Hye sadar setelah dipanggil. “Byul Hye, Chang Min...” yang lain mulai tergesa-gesa menuruni tangga melihat kondisi mereka, termasuk juga So He dan Jess. Segera Byul Hye menjauh dari Chang Min.
Gwaenchanayo? Byul Hye” tanya Riin. “Y... y.. ye.” “Chang Min eotoghe? gwaenchanayo?” tanya Jun Su. “Auww...” Chang Min berusaha bangun sambil memegang lehernya. Mendengar Chang Min kesakitan Byul Hye dan So He segera mendekat. “Chang Min gwaenchanayo?” tanya mereka kompak. Merasa aneh dengan ini mereka saling berpandangan dan kemudian Byul Hye mulai bicara. “Apa yang sakit?” “Sepertinya leherku keseleo atau apa.” “Aigooo, sangat sakitkah?” tanya So He. “Tentu saja sakit babo, kau tidak liat dia merintih kesakitan. Jangan bertanya hal yang babo” Byul hye agak kesal.
“Sebaiknya kita ke UKS saja, aku antar” sambung Byul Hye. “Aku ikut” seru So He merasa bersalah. “Chingudeul bisa kalian absenkan kami untuk pelajaran berikutnya, katakan saja kami di UKS. Sekalian kalau bisa bawakan buku kami” pinta Byul Hye. “OK,” jawab Jae. “Beritau kami kalau ada apa-apa” lanjut Yoo Chun. Byul Hye hanya mengangguk dan segera pergi.
Dan di sini lah mereka (plus Ji Soo dan Yun Ho) UKS. “Jadi ada apa dengan leher Chang Min” tanya Byul Hye pada Boa saengnim dokter sekolah. “Sepertinya memang sedikit keseleo, menurutku tidak parah. Tapi ada baiknya diperiksakan di RS, mungkin perlu di bebat.” “Mwo?” seru Chang Min. “Jeongmal mianheyo Chang Min a ini salahku” Byul Hye sudah seperti mau menagis. “Anniyo, kau bukannya sengaja mencelakaiku kan? Jadi jangan terus-terusan bilang mianhe.”
“Aku bawa mobil hari ini, biar kuantar ke RS. Lebih cepat ditangani lebih baik” seru Boa saengnim. “Oh, saengnim aku ikut. Aku bertanggung jawab dalam hal ini, jadi aku harus ikut” pinta Byul Hye. “Ne...Ne... tak perlu pasang tampang seperti itu.” “Saengnim aku juga ikut” seru So He. “Wae? Kau tidak perlu ikut, sebaiknya kau kembali ke kelasmu saja.” “Hajiman Byul Hye bisa ikut kenapa aku tidak?” tanya So He. “Kau tau alasan dia ikut kan. Kalau gitu aku mau dengar alasanmu?” “Ummm....” “Ok, kau tidak ikut” seru saengnim. “Ya, saengnim” protes So He. “Araseo” seru saengnim. Akhirnya So He mengalah. “Chang Min a cepat sembuh ya” So He berkata dengan nada penuh penyesalan. “Oh, gomawo.”
Singkat cerita, leher Chang Min perlu dibebat selama 2 mingguan. kemudian setelah pulang dari rumah sakit Byul Hye mengantar Chang Min pulang. Di rumah Chang Min. “Gomawo yo udah nganter pulang” kata Chang Min. “Anniyo sudah seharusnya” jawab Byul Hye. “Oppa, wae yo?” adik Chang Min muncul. “Wae? Ada apa dengan lehermu?” tanyanya melihat leher oppanya dibebat. “Anniyo hanya kecelakaan kecil” jawabnya. “Mianhe yo itu gara-gara dia menolongku” sambung Byul Hye. “Mwo?” “Sudah tak usah diributkan aku mw ke kamar dulu” jawab Chang Min. “Biar kubantu” seru Byul Hye. “Anniyo aku bisa sendiri.”
Setelah dipersilahkan duduk di ruang tamu, mata Byul hye mulai berkeliling. “Di mana orang tua kalian?” “Oh, omma,appa pergi ke jeju untuk seminar selama 3 minggu” jawab Min Ji. “Mwo? Jadi yang masak dan kerja pekerjaan rumah?” “Oppa dan kadang-kadang aku bantu” jawab Min Ji lagi. Kemudian muncullah ide sinting di kepala Byul Hye.
Pukul 5.30 sore Chang Min terbangun dari tidurnya. Merasa haus dia segera turun ke dapur mengambil minuman. Namun baru juga sampai di lt 1 dia sudah mencium bau masakan. “Min Ji kau lagi masak ya?” seru Chang Min lantang pada adiknya. “Ah, oppa sudah bangun?” Min Ji muncul dari ruang tamu. “Min Ji kau di sini jadi yang di dapur?” Chang Min berjalan pelan ke dapur.
“Mwo?” seru kaget Chang Min melihat orang yang di dapur. “Ah, annyeonghaseo Chang Min” seru Byul Hye. “Wae?” “Mwo?”  “Apa yang kau lakukan?” tanya Chang Min. “Oh, aku memasak untukmu dan Min Ji juga yang lain. Aku pikir kau past repot dengan leher seperti itu, makanya aku pikir aku nginap saja untuk bantu kau” jawabnya. “Mwo? Nginap?” “Ye, aku dengar omma appamu pergi jadi lebih baik kan” Byul Hye berbalik menangani masakannya lagi.
“Hajiman...” “Aku tidak mau dengar hajiman ato yang sejenisnya” balas Byul Hye. “Tunggu dulu rasanya tadi kau bilang masak untuk yang lain juga?” “Ye.” “Yang lain itu si....” kata-kata Chang Min terpotong oleh bunyi bel rumahnya. “Ne tunggu sebentar” Min Ji berteriak dan berlari membuka pintu. Dan muncullah ‘yang lain’ yang dimaksud Byul Hye.
“Annyeonghaseo Chang Min” teriak Yoo Bin dan Jae hampir bersamaan. Dan hal ini membuat keduanya sangat kesal. “Oh, Byul Hye kau tau ada orang yang meniruku” seru Yoo Bin. “Ya, Byul Hye beritau pada temanmu, agar menutup mulutnya” balas Jae. “Ya, sebaiknya kalian berdua yang meutup mulut kalian” seru Chang Min.
“Kau memasak sesuatu?” tanya Jae mencium aroma masakan. “Aiiiiggooooo...” seru Byul Hye berlari ke dapur. “Biar kubantu” seru Jae melempar ranselnya ke pojokan. “Aish, jangan menaruh tasmu sembarangan” protes Chang Min mengikuti Jae disusul Yoo Bin. “Nanti kubereskan” jawabnya. Jae sudah mulai sibuk membantu Byul Hye. Sekali-sekali mereka bercanda dan tertawa-tawa. Chang Min yang melihat sedikit merasa jealous juga melihat kekompakan dan keserasian mereka.
“Aduh yang lain mana sih lama banget” seru Yoo Bin. “Mwo? Yang lain juga datang” Chang Min kaget. “Ye, mungkin sebentar lagi mereka datang” jawab Jae. Dan ternya ta memang tak sampai 5 menit kemudian semuanya sudah lengkap. “Wuah, sepertinya makanan kita hari ini enak. Besok-besok makan enak terus donk” Seru So Eun kegirangan. “Nih, anak kepalanya isinya makan aja melulu” ejek Ji Soo. “Lagian kau tidak perlu berbicara seolah-olah kau akan tinggal di sini dalam waktu lama” sambung Chang Min.
“Eh, belum ada yang bilang padamu kalau kita semua akan menginap?” tanya Yun Ho. “Mwo?” “Ah, aku memang belum beritau kalo kita semua nginap. Aku Cuma bilang aku yang nginap” jawab Byul Hye. “Mwo? Sepertinya aku mendengar kata menginap?” tanya Chang Min. “Ye, kita semua akan menginap” jawab Jun Su. “Dua minggu” sambung Yoo Chun dipertegas dengan isyarat tangan Riin. “Wah, bakal ramai donk” seru Min Ji senang. “Deul?” tanya Chang Min “Ye” seru semua kompak. “Mwo???” teriak kaget Chang Min.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 comments:

Post a Comment

v