Staring : TVXQ, Kim Yoo Bin, Lee Byul Hye, Kim So Eun, Jang Riin, Park Ji Soo
Author :Natthalie Loo
Hari pertama masuk sekolah Yoo Bin yang tetanggaan dengan Byul Hye hari ini berangkat bareng ke sekolah baru mereka. Hari ini mereka berdua dan ke tiga sahabat baik mereka sejak SD resmi menjadi murid SMP Myun Dong.
“Annyeonghaseo” teriak Yoo Bin melihat Ji Soo, So Eun dan Riin menunggu mereka di depan gerbang sekolah. “Annyeonghaseo” seru ketiganya membalas Yoo Bin. “Sudah melihat kelas kita?” tanya Byul Hye. “Anniyo” kami menunggu kalian” jawab Riin. Kemudian dengan segera lima sekawan itu menuju papan pengumuman melihat kelas mereka.
Di sisi lain dari papan pengumuman itu. “Assa, bagus sekali Jae Joong, kita sekelas” seru Yun Ho. “Jeongmal?” Jae menelusuri daftar nama yang ditunjuk Yun Ho. “Kelas 1-1” seru Jae Sementara di sebelah tak jauh dari tempat Jae berdiri. “Ya, Jun Su kita sekelas lagi” seru Chang Min. “Aish, bosan sekali Jun Su melihat mukamu dari kelas 1 SD. Naega eotteoghe?” tanya Yoo Chun. “Kau juga sama satu kelas juga” seru Jun Su. “Oh, jinja. Aku sudah bosan liat muka kalian berdua sejak kelas 3 SD” ejek Yoo Chun. “Kalua begitu bagaimana kalau kau minta tukar kelas saja?” balas Jun Su tertawa. “Ayo ke kelas baru kita di kelas 1-4” ajak Chang Min.
Sesampainya di kelas Jae dan Yun Ho memilih bangku paling belakang. Obrolan mereka terhenti melihat 3 cewek masuk kelas dengan tawa yang agak keras. Tiga cewek ini ga lain ga bukan adalah Yoo Bin, Byul Hye dan So Eun. Perhatian sebagian kelas juga tertuju pada mereka. Sebagian karena tawa mereka, sebagian lagi karena terpesona. Yah, secara mereka bertiga memang cantik. Dan Jae tidak mengalihkan perhatiannya karena alasan kedua.
Matanya tertuju pada Byul Hye yang kemudian mengambil tempat tepat 2 baris di depan Yun Ho yang mengambil tempat di samping jendela. Dan yang duduk tepat di depannya adalah Yoo Bin. Ketika Byul Hye berbalik untuk berbicara dengan Yoo Bin, tanpa sengaja mata mereka bertemu. Dengan refleks Byul Hye tersenyum manis pada Jae sebagai tanda perkenalan.
Delapan bulan kemudian, saat jam istirahat siang di atap sekolahan. “Mwo? Pindah?” Yun Ho bertanya dengan mulut penuh makanan. “Ne. Selesai ujian nanti aku akan pindah” jawab Byul Hye. “Wae? Haruskah?” tanya Riin. “Ne. Appa ditugaskan ke Amerika, jadi aku harus ikut.” “Eee, Amerika? Jauh sekali” seru yoo Bin. “Sepi sekali nantinya kalo Byul Hye tidak ada” seru Ji Soo. “Sangat sepi kurasa” sambung Jae. “Mian” seru Byul Hye.
“Sungguh tidak seru sekali” Yoo Bin mulai ngambek dan bersandar pada Jae yang duduk di sebelahnya. Bukannya keberatan Jae malah mengelus kepalanya sekali. “Memangnya kau mau mengurusnya kalau dia tetap di sini?” tanya Jae. “Tentu saja” Yoo Bin sekarang duduk tegak. “Gomawo, hajiman aku tidak ingin meninggalkan appa dan omma” jawab Byul Hye.
Dua minggu kemudian di halaman belakang sekolah. “Jae Joong a. Wae? Apa yang ingin kau bicarakan denganku?” tanya Byul Hye. “Umm...” seru Jae. “Ne?” Di sisi lain halaman sekolah. “Aish, Byul Hye dan Jae ke mana sih” seru Yoo Bin mencari mereka. Pada belokan menuju halaman belakang sekolah, begitu melihat Byul Hye dan Jae, Yoo Bin langsung bersembunyi. “Omo.. apa yang mereka lakukan?”
“Umm, Byul Hye a aku merasa perlu mengatakan ini sebelim kau pergi” kata Jae gugup. “Ne?” seru Byul Hye. Jae terdiam sesaat dan kelihatan cukup gugup. “Ummm, sa.. sa.. saranghae” seru Jae terbata. “Eee, mwo?” tanya Byul Hye. “nae yeoja chingugadoeeo jullae?” (buat yang ga tau ini judul lagunya DBSK ‘Will you be my girlfriend?’) tanya Jae. “Oh, kamsahamnida atas perasaanmu.” Jae hanya tersenyum mendengar kata-kata Byul Hye. “Hajiman, mianhe Jae Joong” lanjut Byul Hye. Senyum Jae hilang dari wajahnya. “Aku tidak bisa. Karena kau tidak benar-benar suka padaku”
“Mwo?” jawab Jae keheranan. “Aku tidak bisa memberi alasan yang lebih detail. Kau harus bertanya pada hatimu mengapa aku berkata seperti itu. Mianhe” jawab Byul hye yang kemudian segera pergi meninggalkan Jae yang masih bingung.
Seminggu kemudian ujian sudah di mulai. Dan insiden buaya dan anak ayam itu itu terjadi pada hari pertama ujian. Pada jam istirahat setelah ujian pertama selesai. “Akhirnya satu masalah terselesaikan” seru Yoo Bin. “Dan masalah lain akan segera datang” timpal Yun Ho nyengir. “ Btw, belakangan Jae keknya murng banget” tanya Yoo Bin membalikkan badannya. Sementara Jae yang tiduran di meja hanya meliriknya sekilas.
“Wae?” tanya Yun Ho. “Anniyo” jawab Jae lemas. “Aku tau kau habis patah hati ya” goda Yoo Bin mendekatkan wajahnya ke Jae. Jae yang kesal karena Yoo Bin memang bener bangun dari posisi tidurnya. “Kau itu bisa tidak sih tidak menggang.....” omongan Jae terpotong. Wae? Tentu saja gara-gara accident kisu dengan Yoo Bin. “Ooops” seru Byul Hye dan Yun Ho bersamaan.
Segera saja tangan Yoo Bin melayang ke pipi kiri Jae. “Auww.... Kau ini kenapa sih sakit tau” protes Jae. “Kau masih tanya kenapa?” Yoo Bin mulai emosi dan teriak-teriak. Jelas ini mengundang perhatian seisi kelas. “Dasar ya buaya darat, baru kemarin nembak Byul Hye sekarang malah nyiu.....” omongan Yoo bin terpotong. Jae membekap (tepatnya sih nyubit mulut Yoo Bin sampe jadi monyong) mulut Yoo Bin sebelum dia mengucapkan hal memalukan lainnya.
“Mwo? Nembak Byul Hye?” tanya Yun Ho yang melirik Jae kemudian Byul Hye. Sementara Byul Hye sendiri berlagak pura-pura tidak tau. Sadar dia mengucapkan sesuatu yaang seharusnya tidak diucapkan, Yoo Bin jadi sedikit salting. “Dasar ya ni mulut ga bisa direm. Bener-bener kaya anak ayam aja” Jae mulai kesal
Tak terima dihina Yoo Bin melepas tangan Jae yang masih membuat bibirnya jadi monyong. “Enak aja anak ayam, dasar buaya darat.” “Emang anak ayam kerjanya. Cuma ciap ciap aja sepanjang hari ga da lain. Mirip kan sama kamu yang juga Cuma tau cuap cuap aja.” “Ulang coba” bentak Yoo Bin. “Anak ayam.” “Dasar buaya darat sialan” Yoo Bin mulai memukul Jae. Sementara Jae sibuk menahan tangan Yoo Bin. “Anak ayam.”







0 comments:
Post a Comment