Original Story by Ghee
Rewrite by Natthalie Loo
Selain udah tau pemilik motor yang buntutin Lluna (masih secret buat pembaca), Lluna mencoba mencari beberapa data terkait dari database dekolah. Dan Lluna menemukan sesuatu hal menarik lainnya, yang membuat dia tersenyum.
Hari ini hari senin, menandakan awal minggu yang baru. Hari ini Lola ga telat lagi bahkan datang lebih cepat dari biasanya. “Pagi” sapa Lluna yang datang belakangan. “Napa Na, kok kayanya riang banget” tanya Erine. “Ada deh, entar juga kalian tau kok” jawabnya. “Apaan sih, bikin penasaran aja” seru Lola. “Pokoknya sebentar lagi kalian akan tau kok” jawab Lluna.
Nah, sekarang mari kita pindah lokasi.
Sebuah mobil sport warna kuning cerah memasuki lapangan parkir SMA DH. Kemunculan mobil dengan warna sengejreng itu pastinya menarik perhatian para siswa lainnya. Mobil merah Lluna aja udah dianggap cukup ngejreng, palagi yang ini warna kuning. Mobil itu parkir tepat di sebelah mobilnya Lluna, padahal ga ada yang mau parkir dekat-dekat situ karena menganggap itu tempat keramat. Alias tempat khusus buat SCELLO.
Emang ada tempat parkir tersendiri yang selalu ditempati anak-anak yang disegani ini. Selalu tersedia 4 tempat parkir kosong di sana ketika tempat parkir lainnya penuh. Yang paling ujung kiri, sekarang udah ditempati motor Lola, sebelahnya lagi ditempati Ferrari merahnya Lluna, sebelahnya lagi Mercy sport kuning tadi, dan sebelahnya lagi kosong tapi kadang-kadang di tempati Audi hitam Erine.
Para siswa yang penasaran dengan orang dalam mobil itu, mulai berkumpul dan bisik-bisik tetangga. “Siapa sih yang berani parkir di situ.” “Emang siapa dia seenak jidatnya saja parkir di situ.” “Ga tau ya kalo itu bukan parkiran umum?” “Sekali liat juga tau itu bukan parkiran umum, eh masi nyelonong aja.” “Emang nih lahan parkir punya maknya?” Itulah kira-kira yang banyak terdengar dari bisik-bisik itu.
Ga usah nunggu lama, yang empunya mobil yang dari tadi bikin penasaran pun turun juga. Begitu melihat cewe cantik yang turun dari mobil, bisik-bisik yang tadi berubah jadi siulan menggoda yang dilakukan para cowo. Para cewe-cewe masih aja bisik-bisik, “cantik juga siapa sih?” “Kaya model ya.” “Tampangnya sih ok, tapi kayanya nyebelin deh.” Nah itulah bisik-bisik kaum hawa.
Cewe yang diceritaiin ini emang cantik, make upnya tipis aja tapi lumayan komplit. Body langsing, dada ok, bokong bahenol. Belum lagi kemeja yang di pakai press body, dengan 2 kancing teratas ga dikancing, rok super mini, sepatu high heels yang ga tinggi-tinggi amat dan cocok buat ke sekolahan. Ditambah lagi nih rambut keriting gantung yang hampir sepanjang pinggangnya, plus kacamata item dan ngunyah permen karet.
Begitu turun dari mobil cewe ini membuat balon dengan permen karetnya, kemudian melepas kacamata gayanya. Mengunci mobilnya dengan kunci otomatis dan langsung jalan ke arah gedung sekolah. Pastinya dengan diiringi siulan panjang cowo-cowo genit dan bisik-bisik tetangga para cewe. Nah, keributan ini makin diperparah waktu cewe-cewe yang lagi bisik-bisik tadi ngeliat motor Kyo masuk halaman sekolah. Mereka jadi lebih histeris lagi dibandingkan dengan cowo-cowo genit tadi.
Rupanya keributan di halaman depan kedengaran sampai di lantai 2. “Ribut-ribut apaan sih tuh” kata Lola. Kemudian Lola, Erine dan Lluna ikut bergabung dengan teman-teman mereka yang udah dari tadi nonton dari jendela. “Ada apaan?” tanya Lola. “Ada cewe cantik nongol La” jawab salah seorang cowo yang namanya John. “Seksi lagi” tambah Michael. “Tuh orangnya” kata Franz sambil nunjuk orang yang dimaksud.
Lola dkk mengalihkan pandangan ke orang yang di maksud. “Apanya yang cantik, seksi sih ia. Tapi kelebihan gaya tuh. Bakal bikin sebel aja kayanya” seru Lola ga sependapat dengan para cowo. Lola dan Erine segera kembali ke tempat mereka, tapi tidak dengan Lluna. Lluna masih tetap nonton sampe cewe yang dimaksud ga bisa keliatan lagi dari jendela. “it’s show time” gumam Lluna seorang diri.
Sampai di dalam gedung sekolah pun cewe yang tadi dibicarakan, masih aja disiulin dan dibisik-bisikin para siswa dan siswi. Namun sepertinya ada seseorang yang menyadari perbedaan dari diri cewe itu. “Ka.. kalungnya...” kata seorang siswi kelas XII tiba-tiba ketika cewe itu lewat di depannya.
Sementara keributan di luar masih terjadi, Bu Dora mengawali pelajaran hari itu dengan biologi. Belum juga pelajarannya betul-betul dimulai, pintu kelas menjeblak terbuka. “Akhirnya kamu datang juga” seru Bu Dora pada orang di depan pintu. “Maaf kalo saya terlambat” terdengar suara seorang cewe dari pintu.
Begitu cewe itu masuk seluruh kelas jadi ribut. Bagaimana tidak cewe yang di depan itu adalah cewe yang jadi pusat perhatian dari tadi di halaman depan. Siul panjang cowo-cowo dan bisik-bisik tetangga para cewe mulai terdengar lagi. Suasana kelas bener-bener ga terkontrol sekarang. Kek ga pernah liat cewe aja deh, kampungan banget ya nih cowo-cowo.
Erine sangat kaget namun senang melihat cewe itu masuk ke kelas. “La.. Lola” panggil Erine. “Kenapa sih Rin? Kenapa pula mukamu harus kaget gitu?” Erine ga menjawab dia hanya menunjuk siswi baru yang bakal sekelas sama mereka. Lola segera mengalihkan pandangannya ke depan kelas. Dan reaksi yang sama dengan Erine terlihat dari wajah Lola.
“Lho, kalung itu” seru seseorang cukup keras untuk di dengar satu kelas. Dan tentu saja perhatian langsung teralih ke kalung yang dipakai siswi itu. “Itu kan simbol SCELLO” seru suara lain. Sementara itu Lola yang kaget berdiri dari kursinya setengah berteriak, menyebut nama cewe itu “Ceries.” “Hi, I’m back” seru Ceries. “Welcome back” gumam Lluna seorang diri.
***
“Hello everybody, aku biasanya di panggil Ceries. Waktu lulus SMP ke Amrik sekarang balik lagi ke Indonesia. Umur 16 tahun dan pastinya masih single” seru Ceries genit diakhiri dengan kedipan mata. Alhasil cowo-cowo sekelas jadi histeris karena tau Ceries masi jomblo. “Boleh daftar donk” teriak seseorang. “Boleh tapi harus lulus berkas dulu” jawab Ceries.
Melihat tingkah temannya Lola merasa dirinya yang jadi malu. “Idih, norak amat sih gayanya nih,mana genit banget lagi. bikin malu aja” serunya seraya menutupi wajahnya . Sementara Lluna dan Erine hanya bisa tertawa saja. “Ga bisa biasa-biasa aja ya perkenalan dirinya. Ga perlu segitunya” seru Lola kecil.
Keributan di kelas terhenti ketika pintu kelas terbuka dan Kyo masuk. “Maaf telat” serunya santai tanpa mempedulikan Ceries. Hal ini agak mengganggu Ceries. “Cih, masa cewe cantik di depan mata dicuekin” batinnya. “Ok, kalo gitu Ceries duduknya di bangku kosong di belakang aja ya” kata Bu Dora menunjuk satu-satunya bangku kosong yang tersisa. Belum juga selesai kata-kata Bu Dora, Ceries udah melangkah duluan. Tapi tujuannya bukan bangku belakang malahan bangku disebelah Erine.
Kebetulan aja teman duduk Erine itu cowo, dan dasar Ceries genit langsung digoda aja. “Hello” sapa Ceries. “He..Hello juga” jawabnya. “Emm.. Sori sebelumnya yah, tapi aku gak bisa duduk di belakang. Soalnya penglihatanku kurang bagus. Jadiii...” Belum selesai Ceries bicara si Kevin udah menjawab “Boleh kok, kamu boleh duduk di sini.” “Wah, makasih y” seru Ceries manja. Segera aja si Kevin pindah ke belakang tanpa di perintah lagi. Hal ini jelas membuat ke-3 sohib Ceries cengengesan.
Jam istirahat, jam buat SCELLO kangen-kangenan di tempat mereka yang biasa di kantin dengan makanan yang biasa juga. Kalo bukan bakso, pasti mie goreng ato pangsit ato mie kering. Kalo ga paling-paling jenis roti-rotian dan apapun makanannya minumnya pasti teh botol sosro.
“Heboh kaya biasanya ya Ris” ejek Lola. “Kapan balik dari Amrik, kok gak kasi kabar ke kita-kita sih Ris?” tanya Erine. “Lho, si Lluna kan tau kalo aku balik. Semalam dia nelponin aku dan nayain aku beneran pindah di ni sekolah ato ga.” jawab Ceries. “Sengaja dirahasiain biar jadi surprise buat yang lainnya” balas Lluna. “Rese nih, mentang-mentang jaringan informasinya paling OK di sini” protes Lola.
“Trus Ris kamu masih sama Viggo?” tanya Erine. “Sejak kapan aku sama dia. No way, aku ga suka dia.” “Tapi kan udah tunangan khan?” tanya Lluna. “Tunangan.. Engage??? Of course no. Sapa juga mau ditunangin ama dia. Dijodohin sih ia, tapi kalo engage no way”jawab Ceries. “Masi berharap sama kak Pieter?” tanya Lola. “Of course” jawab Ceries. “Jangan ngebuat 2 sodara itu jadi perang dingin lho” seru Erine diikuti tawa teman-temannya.
Kangen-kangenan ini akhirnya bubar dengan munculnya Kyo and Andrew. Tepatnya Kyo maksa dan narik Andrew ikut dengan dia. “Konichiwa senpai! Don’t you miss me?” tanya Kyo riang dan berusaha mencium pipi Lola. “Ihh, ngapain sih kamu buaya darat. Jangan dekat-dekat sama aku” kata Lola berusaha menyingkirkan Kyo. “Ngapain juga aku ikutan sih” seru Andrew dengan suara kecil.
“Oh, hai salam kenal sesama siswa baru” seru Kyo kepada Ceries. “Siswa baru juga?” tanya Ceries. “Yup, belom seminggu aku di sini. Sama kek si Andrew ini” kata Kyo dan berusaha sok akrab dengan Andrew dengan merangkul pundaknya. Andrew sih malah sebaliknya berusaha menyingkirkan Kyo.
“Pacarnya Lola ya?” tanya Ceries. “Idih, amit-amit jabang bayi. Jadi pacarnya nih mahluk jadi-jadian, ogah kali jijay aku” kata Lola setengah teriak. “Ah, bilang saja senpai malu-malu tapi suka” goda Kyo. “Cepe deh, jangan narsis ya sapa juga yang suka sama kamu. Dari tampangnya aja ga meyakinkan banget tau” balas Lola kesel. “Ah, ia aku lupa ngelakuin sesuatu nih senpai” kata Kyo yang dengan segera mencium pipi Lola. “Nyaaaaa..... Cowo sialan” teriak Lola sambil mengusap pipinya dengan keras.
Dengan segera Kyo berlari menjauh sebelum Lola bangkit berdiri. “Coba kejar deh senpai” seru Kyo dengan gaya mengejeknya. “Sialan lo,berhenti brengsek” teriak Lola mulai mengejar Kyo. “Gila kaya anak-anak aja sih. Aku ketinggalan yang seru-seru kayanya” seru Ceries. “Banyak yang ketinggalan Ris” jawab Erine.
Melihat Kyo sudah lari dan ga ada yang bisa dilakukan, Andrew beranjak pergi. “Mau ke mana Drew?” tanya Lluna. “Em, anu mau kembali ke kelas aja” jawab Andrew terbata ditanyai Lluna. “Gabung aja, tungguin mereka selesai kejar-kejaran” ajak Lluna. “Iya nih. Kan lebih ok kalo ada cowo cakepnya” goda Ceries. Erine menganggukkan kepala tanda setuju kalo Andrew ikut gabung. Akhirnya Andrew tinggal juga dengan mereka sampai istirahat siang selesai.







0 comments:
Post a Comment