Staring : TVXQ, Kim Yoo Bin, Lee Byul Hye, Kim So Eun, Jang Riin, Park Ji Soo
Author :Natthalie Loo
Hari demi hari berlalu, minggu demi minggu pun juga udah berlalu (tepatnya baru 3 minggu sih). Dua genk terpopuler di SMA Myun Dong yang ketuanya selalu berkelahi di setiap saat, jadi sedikit lebih akur. Akur disini tuh maksudnya dua genk ini udah bisa jalan bareng tapi masih aja diikuti dengan teriakan-teriakan dan aksi dorong-dorong ato apa gitu antara Jae dan Yoo Bin. Mukjizat ini datang bersamaan dengan hadirnya Byul Hye. Wae? Kok bisa y? Pokoknya sekarang mari kita saksikan perjalanan mereka berikutnya ^^
Hari ini entah ada angin apa, dua genk yang dibicarakan tadi janjian jalan bareng ke mal. Dan entah kesambet setan apa Yoo Bin yang selalu datang pas-pasan bahkan kadang-kadang jam karet, hari ini datang 1 jam lebih cepat. Dan 15 menit kemudian harus berakhir menunggu yang lain di tempat janjian, dengan (bisa dikatakan) musuh abadinya Kim Jae Joong.
“Wae aku harus nunggu disini dengan buaya?” “Dengar ya anak ayam, aku pun tidak suka menunggu di sini denganmu.” “Lalu kalau begitu kenapa kau tidak pergi saja?” “Dengar ya anak ayam kenapa pula bukan kau saja yang pergi? Lagipula tempat janjiannya kan di sini.” “Aku duluan kan yang ada di sini, jadi seharusnya kau yang pergi buaya.” “Kalau begitu bagaimana kalu kau mengatakannya juga pada orang yang berdiri di sana. Dia kan datang belakangan. Kalo sudah baru aku akan pergi. eotteohge?” Jelas Yoo Bin tidak mungkin melakuakan hal itu, dan jelas ketidakberdayaannya membuat dia jadi kesal setengah mati. Jadi mau tidak mau harus dia yang menjauh dari tempat itu. “Awas kau, lain kali akan kuhajar” seru Yoo Bin. Tau dirinya menang Jae tersenyum sambil memiringkan kepalanya.
Saking kesalnya melihat tampang Jae, Yoo Bin jadi tidak memperhatikan langkahnya. Juga tidak memperhatikan motor yang akan segera menyambarnya. Untungnya Jae melihat dan cukup sigap, langsung menarik tubuh Yoo Bin. “Kyaa...” Yoo Bin berteriak kaget. “Ya,kalo naik motor liat-liat donk” teriak Jae belum melepaskan tangannya dari pinggang Yoo Bin (posisi Yoo Bin dipeluk Jae dari belakang dengan 1 tangan ^^).
“Gwaenchanayo?”tanya Jae. Yoo Bin yang masih kaget hanya bisa mengangguk lemah. “Makanya jalan pakai mata bukan mata kaki. Arasseo?” ejek Jae. Mendengar dirinya diejek kesadarn Yoo Bin kembali, membalikkan kepalanya ke arah Jae hendak menghardiknya (posisi belum berubah ^^). “Ya... Kim Jae....” omongan Yoo Bin terpotong menyadari seberapa dekatnya wajah mereka. Jarak wajah mereka hanya sekitar 3 cm saja, membuat mereka jadi batu dalam posisi itu.
Deg... Terdengar bunyi aneh yang membuat Yoo Bin segera mendorong Jae sampai hampir jatuh. “Apa yang kau lakukan babo, aku hampir jatuh” sergah Jae. “Dasar buaya darat, jangan memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan ya.” “Siapa yang kau maksud hah anak ayam. Jangan mengucapkan hal-hal menjijikkan. Seharusnya yang kau ucapkan itu kamsahamnida karena aku sudah menolongmu.”
Belum sempat Yoo Bin melontarkan balasan Byul Hye dan So Eun sudah datang, disusul dengan para cowok dan Riin terakhir Ji Soo. “Wae? Apa yang terjadi denganmu Yoo Bin?” tanya Ji Soo. “Eh, anniyo. Wae?” “Kau sedikit aneh” jawab So Eun. “Sakit?” tanya Byul Hye. Yoo Bin hanya menggeleng. “Lalu kenapa pula dengan Jae? Kenapa kalian agak diam hari ini?” tanya Riin. “Aku hanya sedang kesal dan tidak ada mood untuk berkelahi dengannya” jawab Jae kesal.
Deg... “Lho,kok”seru Yoo Bin dalam hati. Deg... deg... deg...
Suara itu semakin kencang dan cepat, datangnya dari dalam diri Yoo Bin. “Omo? Aku kenapa sih. Kok jantungku berdegup kencang” batin Yoo Bin sambil memegang pipinya dengan kedua tangannya. Setiap mendengar suara Jae rasanya jantung Yoo Bin makin ingin melompat keluar. Sepanjang hari seperti itu sampai ketika mereka memesan VIP table di sebuah resto Jae mengajaknya bicara.
“Ya, Kim Yoo Bin kau benar tidak apa?” “Mwo?” suara Jae membuat Yoo Bin terkejut sampai jantung benar-benar akan lompat keluar. “Kau terlihat sangat aneh hari ini” seru Yoo Chun. “Terlalu aneh” sambung Jun Su disertai anggukan Chang Min. “Gwaenchanayo?”tanya Yun Ho. “Oh, ye” jawab Yoo Bin. “Jangan katakan motor tadi menyambar kepalamu, sampai kau seperti ini” seru Jae. Yoo Bin hanya menggeleng saja, padahal biasanya dia bakal ngemuk kalo Jae bicara seperti itu.
“Mwo? Motor?” tanya Byul Hye. “Ye, dia hampir disambar motor tadi” jawab Jae. “Omo, gwaenchanayo?” tanya So Eun. “Ne,I’m ok.” “Jeongmal?” tanya Ji Soo dan dijawab dengan anggukan kepala Yoo Bin. “Ok semuanya aku lapar mari kita pesan makanan saja. Ok” seru Yoo Bin ceria seperti biasanya membuat yang lain yakin dia baik-baik saja.
“Yang benar saja masa gara-gar wajah berdekatan saja aku harus deg degan” batin Yoo Bin. “Itu kan bukan ciuman, so it’s ok.” “Omo?” Yoo Bin sepertinya teringat sesuatu. “Rasanya yang seperti tadi pernah aku alami ya?” batin Yoo Bin.







0 comments:
Post a Comment