Staring : TVXQ, Kim Yoo Bin, Lee Byul Hye, Kim So Eun, Jang Riin, Park Ji Soo
Author :Natthalie Loo
“Arrggghhhhhh....” teriak Yoo Bin yang udah kembali ke masa kini. “Bisa ga sih ga teriak-teriak di rumah orang” protes Ji Soo. “Kok bisa aku lupa nih kejadian ya. Sialan tuh buaya darat, awas dia nanti biar kuhajar habis-habisan.” “Bisa ga seh, jangan teriak-teriak di rumah orang. Berisik tauk sangat mengganggu. Arraseo?” protes Ji Soo. “Abisnya. Coba kalo kamu jadi aku, pasti sama kesalnya.”
“Yoo Bin bagaimana kalau kau pulang saja? Kau sudah di sini dari ojeon 9 si, dan kau lihat jigeum myeot si yeyo? Ohu 9 si. Kau sudah 12 jam di sini, yeol-dul. Dan selama itu kau terus menggangguku” Ji Soo mulai kesal. “Jinja... aku masih belum selesai bicara” bujuk Yoo Bin. “Bagaimana kalau kau bicara sama oppamu tercinta saja. Ok. Sekarang pulang dan kerja pr bahasa inggrismu” Ji Soo mendorong Yoo Bin keluar dan memberikannya buku pr bahasa inggrisnya.
“Ya.. Ji Soo a.” Yoo Bin berusaha bertahan. Namun pada akhirnya pintu rumah Ji Soo tertutup sudah. Tapi baru saja Yoo Bin berbalik pintu rumah Ji Soo terbuka lagi. “Jangan lupa bawa bukuku besok” seru Ji Soo dan menutup pintunya lagi. Akhirnya Yoo Bin terpaksa pulang juga.
Sesampainya di rumah. “Ya, dongsaeng baru pulang semalam ini dari mana kau” seru Hee Chul memarahi adiknya. “Oppa...” rengek Yoo Bin kemudian memeluk oppanya. Dan berakhir dengan Hee Chul harus mendengar dongsaengnya itu marah-marah semalaman sampai ketiduran. Dan Yoo Bin sama sekali tidak mengerjakan pr bahasa inggrisnya.
Besoknya di sekolah. “Ya, Kim Yoo Bin bisakah kau berhenti marah-marah ga jelas geto” seru So Eun. “Aku tidak sedang marah-marah. Aku cuman curhat.” Perhatian Yoo Bin teralih ke pintu kelas yang terbuka. Dan muncullah Jae dkk. Deg...
Tak sengaja mata Yoo Bin dan Jae bertemu. Deg..deg..deg... spontan Yoo Bin membalikkan wajahnya, yang jujur membuat Jae agak kesal dan berakhir dengan membanting mejanya. “Ya, ada apa denganmu?” tanya Chang Min. “Perasaanku kok gak enak ya” seru Yoo Bin mengelus-ngelus dadanya.
Tiba-tiba Ji Soo masuk dengan setengah berlari dan bersembunyi di belakang Jae dan Yun Ho yang memang duduk sudut kanan belakang. “Omo” seru Byul Hye. Pandangan mata semua tertuju pada Ji Soo. “Wae?” tanya Yun Ho. “Sembunyikan aku sebentar” jawabnya.
Sekali lagi pintu kelas terbuka dan muncullah TOP julukan buat si berandalan dari kelas 3-5. “Apa Ji Soo sudah datang?” tanyanya. Namun karena tak ada yang menjawab,maka matanya yang dari tadi sudah menyapu seluruh kelas berhenti di kursi Yoo Bin dkk. Segera saja dia menghampiri mereka.
Byul Hye sedikit bersembunyi di belakang Yoo Bin, sementara Yoo Bin dan So Eun menampakkan ekspresi agak takut dan Riin menyembunyikan mukanya di balik buku. “A.. annyeonghaseo oppa” seru Yoo Bin. “Ji Soo” balas TOP. “Eeee?” jawab Yoo Bin. “Di mana Ji Soo? Apa dia belum datang?” tanya TOP agak kesal. “Oh, Ji Soo. Ji Soo a, ne. An.. anniyo dia belum datang” jawab Yoo Bin.
“Kalo tidak salah jam kedua nanti kalian pelajaran olahraga kan?” tanya TOP. “E, ne.” “beritau dia kutunggu dilapangan,kebetulan kelasku juga olahraga pada jam kedua.” “Omo?” seru kecil Ji Soo dari belakang Yun Ho. “Ne..” Segera setelah mendapat jawaban TOP pergi.
“Aaaaaarrrrrrrgggggghhhh...... wae?” teriak Ji Soo setelah TOP pergi. “Wae? Setelah hampir setengah taon gak liat tuh manusia. Wae dia harus muncul lagi? Harusnya kan dia udah lulus” Ji Soo mulai histeris. “Denger-denger nih, dia sengaja tinggal 1 taon buat ngejar kamu” seru Yun Ho. “Mwo?” seru Jae, Chun, Su , Min. “First fan” seru So Eun. “Anniyo, hajiman Ji Soo number 1 fanatic fan” sambung Riin. “Pokoknya jam olahraga nanti aku mau bolos”seru Ji Soo. “So all chingudeul buatkan alasan untukku.Ok. Sekalian juaga aku bolos jam pertama” Ji Soo berjalan keluar kelas.
“Ya, Park Ji Soo” teriak Yoo Bin. “Aish, bilang aja kalo lagi males” lanjut Yoo Bin. Tak lama kemudian kepala Ji Soo kembali nongol dari pintu kelas. “Yoo Bin kau bawa pr bahasa inggrisku kan? Jangan lupa dikumpulkan ya.” “Ne” seru Yoo Bin. “Omoo?” seru Yoo Bin sedetik kemudian. “Aku belum kerja prku” teriaknya. “Makanya tuh mulut jangan ciap-ciap aja mulu” ejek Jae. Kali ini meski marah Yoo Bin tidak membalas karena buru-buru mengerjakan prnya.
Akhir jam pelajaran ke-3, Ji Soo masih aja tinggal di atap sekolah. Masih bolos sambil internetan dengan hpnya, kemudian melirik jamnya. “Eh, udah mw jam pelajaran ke-4” seru Ji Soo. Kemudian mengambil alat make upnya dan mulai bersolek, bersiap-siap masuk kelas. Bersamaan dengan itu pintu menuju atap sekolah terbuka dan nongollah Yun Ho.
“Oh, Ji Soo a kau bolosnya di sini toh.” serunya. “Oh, Yun Ho. Apa yang kau lakukan di sini? Bolos juga?” Yun Ho ngangguk dan kemudian duduk di samping Ji Soo. “Males liat mukanya saengninm” lanjutnya. “Sama donk” jawab Ji Soo. “Males liat muka saengnim ato ngehindar dari TOP?” “Dua-duanya. Capek nanget deh liat tuh anak.” “Ya kenapa ga terima aja?” “Anniyo, aku ga mw. Tampang sih ok, penampilan sih keren, tapi sifatnya ga tahan” jawab Ji Soo. “Wae?” “Belum jadi chingugadoeeonya aja udah cerewetnya minta ampun. Kemana-mana harus lapor, ga bisa gini, ga bisa gitu, pokoke capek banget dah.”
“Kalo begitu kenapa gak jadian sama orang laen saja biar dia ga ngejar-ngejar kamu terus?” tanya Yun Ho. “Sama siapa?” “Banyakkan yang mau sama kamu.” “Anniyo, ga lulus berkas.” “Omo? Emang mau lamar kerja apa, pake lulus berkas segala. Emang berkas yang kek gimana?” “Yang penting sayang sama aku, pengertian, dan bersikap baik. Kalo bisa sih yang cakep dan tajir, tapi kalo ga ya udahlah.”
“Mwo? Pikirku kriteriamu itu harus keren, tajir, tinggi dan perfect pastinya. Kalo cuma begitu sih aku juga udah lulus berkas donk” seru Yun Ho. “Mwo? Ini penembakan yah?” “Kalo ditembak mati donk.” “Ya, Yun Ho. Maksudku kau serius?” “Menurutmu?” “Anniyo” jawab Ji Soo. “Kalo gitu anniyo” jawab Yun Ho kemudian berbaring di lantai.
Ji Soo memperhatikan wajah Yun yang tertimpa sedikit sinar matahari. “Kalo diliat-liat kau sebenarnya cakep juga.” “Omo? Kau baru sadar sekarang?” seru Yun Ho. “Jangan narsis.” Kemudian Yun Ho menutup matanya menikmati udara siang hari. “Ah, Yun Ho a.” “Emm” jawabnya masih menutup mata. “Gomawo” seru Ji Soo. “Wae?” masih menutup mata. “Tempo hari kan kau menolongku saat diganggu. Aku belum bilang gomawo kan?” melihat Yun Ho “Anniyo, tidak perlu gomawo. Itu kewajiban seorang lelaki untuk menolong cewek cantik” masih menutup mata. Ji Soo hanya tertawa kecil mendengarnya.
Ji Soo menatap Yun Ho lama-lama dan berbicara. “Yun Ho a.” “Emm” jawab Yun Ho. Tiba-tiba saja Ji Soo mengecup pipi Yun Ho sangat dekat dengan bibir Yun Ho. Seketika mata Yun Ho langsung terbelak dan berbalik ke arah Ji Soo yang beranjak berdiri. Ji Soo berjalan ke arah pintu dan Yun Ho bangun dan duduk bengong melihat Ji Soo. Ji Soo membuka pintu, namun sebelum turun berbalik dan berbicara. “Kurasa kalo Yun Ho yang nembak akan kuterima. Soalnya sepertinya lulus berkas” Ji Soo tersenyum dan segera turun.
Mendengar itu Yun Ho tertawa dan segera menyusul Ji Soo. “Ya, Ji Soo a jadi aku diterima nih?” “Kau bahkan belum nembak.” “Tadi kan sudah.” “Bukannya tadi main-main saja?” “Ok, kalo gitu. nae yeoja chingugadoeeo jullae?” “Anniyo” jawab Ji Soo. “Wae? Tadi katanya mau.” “Masa cara nembaknya gitu? Ga ada romantis-romantisnya tauk.”
Belum sempat Yun Ho menjawab Ji Soo, muncullah Chang Min, Byul Hye dan So Hee. “Omo... Mianheyo Chang Min a” seru Byul Hye super panik. “Anniyo. Kau kan tidak sengaja” jawabnya sambil memegang lehernya. “Ya, Chang Min a gwaenchanayo?” tanya So He. “Ne.” “Omo? What happen?” tanya Ji Soo.







0 comments:
Post a Comment